jasaseohandal

Sistem Dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina

Saturday, 15th December 2018 (all day)

This event is in the past.

Sistem Dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina - Di dalam sistem reproduksi ayam betina terdiri dari ‘ovarium’ dan ‘oviduk’. Ovarium banyak mengandung folikel yaitu rata – rata sekitar 1000 s/d 3000 dimana di dalam folikel terdapat ‘yolk’ atau kuning telur. Masing – masing ukuran folikel rata – rata berkisar mendekati ‘mikroskopik’ hingga sebesar menyerupai yolk tergantung dari tingkat kematangan yolk yang terdapat di dalamnya.

Setelah masing – masing / sebuah yolk mengalami ovulasi untuk selanjutnya akan ditangkap oleh ‘infundibulum’ guna melalui bagian – bagian lain seperti ‘magnum, isthmus, uterus, vagina’, lalu keluar melewati ‘kloaka’, hingga akhirnya menjadi telur yang sempurna.

Yang dimaksud dengan ovarium dalam hal ini adalah sebuah wadah atau tempat dari ‘sintesis hormone steroid seksual’, ‘gametogenesis’ dan perkembangan serta pematangan dari kuning telur / folikel. Sedangkan oviduk adalah tempat untuk menerima kuning telur yang sudah matang, sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang.

1.’Infundibulum Papilon’

Bagian ini memiliki panjang rata – rata 9 Cm guna mengumpulkan / menangkap ovum yang matang. Memiliki sifat sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi ‘membran vitelina’. Kuning telur terletak di bagian ini rata – rata kisaran 15 s/d 30 menit dimana terdapat pembatasan antara infundibulum papilon dengan magnum yang diberi nama sarang ‘spermatozoa’ sebelum terjadinya proses pembuahan.

 2. ’Magnum’

Ini adalah bagian terpanjang dari oviduk yaitu kisaran 33 Cm. Magnum tersusun atas ‘glandula tubiler’ yang memiliki sifat sangat ‘sesibel’. Disinilah terjadinya proses ‘sintesis’ dan ‘sekresi’ putih telur. ‘Mukosa’ dan magnum tersusun atas sel – sel yang bersifat ‘gobelet’. Sel – sel gobelet selanjutnya akan mensekresikan putih telur yang kental namun cair. Sdeangkan kuning telur berada di dalam magnum guna membungkus putih telur selama 3,5 jam.

3. ’Isthmus’

Bagian ini adalah ‘mensekresikan’ ‘membran’ atau selaput telur. Memiliki panjang saluran rata – rata 10 Cm dimana telur mampu berada di area ini kisaran 1 s/d 15 menit hingga 1,5 jam. Isthmus dibagian depan lokasinya berdekatan dengan ‘magnum’ berwarna putih, sedangkan 4 jam terakhir selanjutnya dari bagian ini mengandung banyak pembuluh darah sehingga muncullah warna merah.

4. ”Uterus’

Di bagian ini terjadi 2 fase ‘fenomena’ yaitu ‘dehidrasi’ putih telur atau dkenal dengan istilah ‘plumping’ dan pembentukan kerabang / cangkang telur.

5.’Vagina’

Hampir tak ada ‘sekresi’ di dalam proses pembentukan telur, kecuali adanya pembentukan ‘kutikula’. Telur akan melewati vagina dengan kecepatan yang optimal yaitu sekitar 3 menit untuk selanjutnya dikeluarkan / ‘oviposition’ dan 30 menit kemudian setelah peneluran akan kembali terulang proses terjadinya ovulasi.

6. ’Kloaka’

Kloaka adalah salah satu penyebab kenapa ayam betina tak mampu memberikan telur lebih dari sebutir dalam satu hari. Hal ini berawal dari kondisi saluran reproduksi ayam betina yang memiliki sifat tunggal dalam artian hanya oviduk pada bagian kiri yang mampu mengalami perkembangan. Juga saat ada benda asing di dalamnya seperti ‘yolk’ atau kuning telur bercampur dengan segumpal darah maka ovulasi kurang mampu bekerja secara optimal. Maka dari itu proses pengeluaran telur akan lebih banyak diatur oleh ‘hormon oksitosin’ dari bagian ‘pituitaria’ belakang.

Baca Juga :
- Proses Pencernaan Sapi
- Morfologi Tanaman Sawo
- Morfologi Tanaman Kacang Panjang

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang sistem dan fungsi sistem reproduksi ayam betina, semoga memberi manfaat bagi para pembaca.

Comments

Who's coming? See all

No responses yet.

Export to your calendar


jasaseohandal

Powered by GroupSpaces · Terms · Privacy Policy · Cookie Use · Create Your Own Group