jasaseohandal

Pengertian ‘Takjil’ Dan ‘Itikaf’

Wednesday, 5th December 2018 (all day)

This event is in the past.

Pengertian ‘Takjil’ Dan ‘Itikaf’ - Di Indonesia yang mayoritas warganya memeluk Agama Muslim, ternyata masih banyak ditemukan warga yang bertanya – tanya atau belum mengerti dan memahami tentang arti sebenarnya hal – hal yang berkaitan dengan ‘Takjil’. Takjil pada umumnya ramai didengar ketika bulan mendekati bulan suci Ramadhan atau sedang berlangsungnya bulan suci Ramadhan dan bulan puasa berlangsung.

Pengertian Takjil adalah sebuah suku kata serapan yang berasal dari Bahasa Arab dimana pada perkembangan selanjutnya mengalami banyak perubahan arti dari arti pertama yang dimaksudkan. Maskipun demikian, lafal masih tetap sama dengan aslinya yaitu menekankan lafal dan pengucapan dalam Bahasa Arab.

Suku kata ‘Takjil’ dapat dibagi menjadi 2 makna yaitu menurut arti dalam Bahasa Indonesia yang menjelaskan bahwa Takjil adalah ragam sajian / hidangan untuk berbuka puasa atau beragam macam dan jenis makanan / minuman untuk acara berbuka puasa. Sedangkan dalam makna menurut Bahasa Arab menjelaskan bahwa Takjil adalah kondisi penyegaran, yang dimaksudkan adalah harus segera menuntaskan / menyelesaikan ibadah puasa atau membatalkan puasa. 

Sekilas Pengertian Tentang ‘Itikaf’ Yang Menyertai Takjil

Itikaf berasal dari Bahasa Arab yang mengandung makna menetap atau sebuah kondisi sedang mengurung diri. Pengertian yang berhubungan dengan konteks ibadah dalam ajaran Agama Islam adalah berdiam diri / merenung di dalam Masjid guna memperoleh rahmat dan hidayah serta menemukan / mencari ‘keridhoan’ dari Allah SWT.

Itikaf bertujuan untuk ‘bermuhasabah’ atau melakukan introspeksi diri terhadap perbuatan – perbuatan anda dimana orang yang sedang melakukan Itikaf disebut dengan nama ‘Mutakif’.

Jenis – Jenis Itikaf

Dikenal ada 2 jenis Itikaf erat hubungannya dengan melakukan ibadah Itikaf yang disyariatkan yaitu :  Itikaf Sunnah : salah satu jenis Itikaf yang dilaksanakan secara sukarela hanya untuk semata – mata mendekatkan diri dan sekaligus mengharapkan ridho Allah SWT. Itikaf jenis ini biasa dilakukan sekitar 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Yang kedua adalah Itikaf Wajib : yaitu Itikaf yang dilaksanakan karena ‘bernazar’ atau membuat janji kepada Allah SWT seperti menginginkan sesuatu berupa berkah atau kesembuhan dari penyakit dari Allah SWT.

Baca Juga :

Syarat – Syarat Itikaf

Syarat utama di dalam melakukan ibadah Itikaf adalah diawali dengan niat, dalam kondisi suci dari ‘hadats’ besar maupun kecil, dan wajib dilakukan di lingkungan dalam Masjid. Itikaf hanya bisa dilaksanakan oleh seorang ‘Baligh’ atau dewasa yang sehat lahir dan bathin.


Demikian sekilas pengertian Takjil disertai Itikaf semoga bermanfaat untuk para pembaca dan mampu mengamalkannya untuk yang membutuhkan agar tetap berada di jalan Allah SWT. 

Comments

Who's coming? See all

No responses yet.

Export to your calendar


jasaseohandal

Powered by GroupSpaces · Terms · Privacy Policy · Cookie Use · Create Your Own Group